Kopi Lasem

Kopi Lasem

Foto. Warung Kopi Wak Nasir, Lasem (Doc. Suhadi, 2016)






Sejak 1942 hingga sekarang, Warung Kopi Nasir ini selalu ramai dengan pengunjung. Akar sosio-kultural warung kopi ini cukup kuat. Basis penikmatnya cukup menarik. Mulai dari kalangan santri, guru, pedagang, buruh, pelestari pusaka, seniman, hingga para tamu peneliti dan juga politisi. Mereka menyatu, hidup rukun, dan acapkali saling berbagi informasi sembari mensruput kopi.

Klik foto kopi lasem. klik
Daftarlah, Pengobatan Alternatif Gratis Segera di Pamotan

Daftarlah, Pengobatan Alternatif Gratis Segera di Pamotan


Poster Pengobatan Altenatif Gratis



Pamotan-Bina Dhuafa’ yang merupakan sebuah yayasan kemanusiaan dari Pamotan Rembang akan menyelenggarakan sebuah pengobatan alternatif gratis.

Bekerjasama dengan Paguyuban Pelestari Pusaka Bhree Lasem, Warnet dot net, Warung Pecel Lele Bang Thoyenk, Komunitas Indahnya Berbagi (KIB), Komunitas Rumah Baca Pamotan dan Pmerintah Desa Pamotan, pengobatan gratis rencananya dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Maret 2016 dimulai pukul 07.30 WIB bertempat di Balai Desa Pamotan.

Pihak penyelenggara mendatangkan Mathoya dari Desa Warugunung, Pancur (Ketua Paguyuban Pelestari Pusaka Bhree Lasem) dan Budi dari Purwodadi (Anggota Organisasi Aura Nusantara) sebagai terapis.

Adapun jenis penyakit yang dilayani dalam pengobatan alternatif ini adalah semua jenis penyakit dari yang paling ringan dan paling berat. “Karena bagi seorang terapis itu sak dermo, meminta melalui do’a dan sak dermo lantaran Gusti Allah,” ungkap Mathoya.

Mathoya juga menerangkan beberapa langkah dalam metode pengobatan alternatif kali ini. Pertama, semua pasien mengambil air wudhu. Kedua, selanjutnya pasien diruqyah syar’iyyah (sekedar). Ketiga, setelah diruqyah pasien akan diterapi satu persatu dengan refleksi dan pijat energi. Keempat, Penyakit akan segera diketahui. Kelima, Penentuan obat-obat yang dianjurkan bagi pasien (termasuk ramuan herbal jika itu diperlukan).

Obat-obat yang digunakan sesuai syar’iyyah dan melihat jenis penyakitnya. Adapun bentuknya antara lain jinten, minyak zaitun dan beberapa resep herbal. Pasien akan diberikan obat-obat di atas secara gratis untuk dikonsumsi selama lima hari.

Pengobatan alternatif ini bersifat gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun. Bina Dhuafa’ sebagai pihak penyelenggara mengajak seluruh warga di seluruh Kabupaten Rembang dan sekitarnya untuk segera mendaftarkan diri ke pihak panitia: Ahmad Harnoto (081-315-755-755), Ayunana Yolanda (081-229-188-333) atau Muhammad Munthohir (082-324-073-263) maksimal 2 hari sebelum acara pengobatan alternatif diselenggarakan (Tim Jurnalis Buletin Baksos).
Impikan Pesantren Enterprouner

Impikan Pesantren Enterprouner


Liputan ini didedikasikan kepada Mas Noto, Direktur Yayasan Bina Dhuafa, yang selalu menggelar program sosial dalam rangka membantu dan membina anak yatim dan dhuafa.

Ahmad Harnoto,
dok. 2016 

“Bina Dhuafa itu identik dengan santunan kepada orang-orang yang tidak mampu,” tegas Ahmad Harnoto, Direktur Yayasan Bina Dhuafa. Yayasan sosial ini berdiri di Rembang pada tanggal 10 Desember 2012 yang merupakan hasil hijrah dari Jakarta. Tahun 2010, sasaran rintisan Bina Dhuafa adalah anak-anak jalanan di Jakarta. Program unggulan waktu itu adalah pendidikan komputer di daerah Bekasi, setelah gagal menggalang program pendampingan diskusi anak-anak jalanan. 

Pendidikan komputer adalah program awal untuk anak-anak pedesaan. Program ini berangkat dari rasa cemburu Noto terhadap anak-anak kota yang telah mahir komputer. Menurut Noto, program komputer sekolah-sekolah di pelosok perdesaan hanya sekedarnya saja. Dengan program komputer Bina Dhuafa, Noto yakin dapat meningkatkan kemahiran penguasaan komputer bagi anak-anak desa. 

Santunan Pendidikan
 dok. Bina Dhuafa (2012)

Noto menuturkan, saat awal program komputer digulirkan banyak anak-anak yang tampak kaku saat pegang mouse komputer. “Anak-anak tampak kebingungan, akan dilarikan kemana kursor itu,” tutur Noto dengan senyum malu. Mereka benar-benar tampak asing dengan perangkat komputer. Namun tak lama kemudian, para anak didik Bina Dhuafa semakin familier dengan komputer dan pengoperasiannya. “Beberapa program kegiatan rutin Bina Dhuafa di pedesaan yang lainnya adalah  santunan anak yatim, santunan pendidikan, memotong hewan qurban, bazaar sembako murah,” tambah Noto. 


Yayasan Bina Dhuafa yang berdomisili di Desa Kumbo Kecamatan Sedan ini kerap kali terkendala. Setiap jasa pengiriman tidak mau mengirim ke Desa Kumbo karena akses terlalu jauh. Jasa pengiriman yang ada sangat keberatan. Selama ini akses untuk tempat pengiriman barang dialamatkan di Pamotan. “Alamat pengiriman barang dan surat menyurat kami alamatkan di Pamotan,” tutur Noto. 

Potensi sasaran program kegiatan Bina Duafa di Kumbo sangat strategis karena masih banyak anggota masyarakat dhuafa. Namun untuk brand, Noto mengaku Pamotan lebih potensial. Hanya saja Bina Dhuafa di Pamotan masih banyak kendala. Tanah dan bangunan di Pamotan belum tersedia. “Saya berharap, ada pihak-pihak yang berkenan mewakafkan tanah untuk Bina Dhuafa, silahkan,” harap Noto. “Kita akan terima dengan buat bangunan untuk sentral edukasinya,” tambah noto dengan harap.   
Anak-anak desa sedang
pelatian komputer, dok. Bina Dhuafa (2014)

Impian Bina Duafa adalah memiliki pesantren enterpreuner. “Sekarang banyak yang pintar di bidang ekonomi, namun minim agama. Banyak juga yang pintar di bidang agama, tapi secara enterpreuner nggak ada,” ungkap keinginan Noto. Pesantren enterpreuner yang akan digagas Bina Dhuafa adalah konsep pesantren dengan pembekalan jiwa kewirausahan dan juga ilmu agama, minimal memiliki para santri hafalan Al-Quran. “Kita ingin memadukan ilmu agama dan ilmu dunia. Kalau mereka sudah mengantongi ilmu tersebut, maka para santri punya bekal dunia dan bekal akhirat,” pungkasnya. 


Juru rekam: Exsan Ali Setyonugroho 
Pembantu Teknis: Adi Prayetno 
Reporter: Suhadi Rembang
Editor: Exsan Ali Setyonugroho 
Narasumber: Ahmad Harnoto
Lokasi wawancara: Rumah Baca Pamotan 
Hari, Tanggal: Kamis, 25 Februari 2016 
Alat rekam: Hp Lenovo tipe A369i
Aplikasi rekaman: WhatsApp
Aplikasi editing: Microsoft Office Publisher  2007

Tresno Asih Mring Sesami

Tresno Asih Mring Sesami



Pak Mathoya, dokumentasi pribadi tahun 2016

Liputan ini dipersiapkan untuk mendukung program kegiatan "Pengobatan Alternatif Gratis" pada tanggal 6 Maret 2016 bertempat di Balai Desa Pamotan dengan penyelenggara Bina Dhuafa.


Menurut Matoya, penyakit itu sesuatu yang mengganggu. Berusaha maksimal untuk sembuh atau disembuhkan, merupakan sikap yang perlu dikedepankan bagi semua orang yang memiliki penyakit. Matoya menuturkan, dari pengalaman menjadi terapis selama 26 tahun, kategori penyakit itu ada dua yaitu penyakit lahir dan penyakit batin. Penyakit lahir yaitu kategori pemyakit yang dapat dilihat atau dapat didekteksi. Contoh dari penyakit lahir adalah kesleo, asam urat, kanker, asam lambung, dan lain-lain. Sedangkan penyakit batin itu sangat sulit dideteksi. Contoh penyakit batin diantaranya loro ati, beban fikir, dan gangguan mahluk-makluk astral.

Matoya menjelaskan, tingkat penyembuhan antara penyakit lahir dan penyakit batin adalah sama-sama berat. Jadi dengan penyakit yang berbeda, tentu dengan penanganan yang berbeda. Penyakit itu tergantung pada pasien itu sendiri. Semakin pasien memiliki semangat untuk hidup, berarti dia punya hidup lebih lama. Dan semakin semangat pasien untuk sembuh, maka semakin pasien akan cepat sembuhnya, tegasnya. 


Beberapa pasien yang sering konsultasi kepada Beliau adalah pasien yang memiliki penyakit lahir diantaranya asam lambung, kronis, saraf kejepit dan sebagainya. Adapun pasien penyakit batin agak jarang. Beberapa pasien yang terapi dengan bapak Matoya berasal dari Batang, Tayu, Blora, dan Tuban. Pasien dalam kota diantaranya berasal dari Kaliori, Rembang, Sluke, dan Gunem. 

Hal yang menggerakkan beliau terjun di profesi terapis adalah melihat masyarakat yang sangat banyak di bawah garis kebahagiaan. Ada juga dorongan dari mereka-mereka yang tidak mampu berobat. Dan juga dorongan dari hati saya yang ingin menolong dan tresno asih mring sesami. Beliau beraharap, semua pasien lekas sembuh, diberi kesembuhan Tuhan yang Maha Kuasa. Semoga terapi bisa berkembang dan bermanfaat untuk kebahagiaan masyarakat banyak, pungkasnya. 

Juru rekam: Exsan Ali Setyonugroho 

Pembantu teknis: Adi Prayetno 
Reporter: Suhadi Rembang
Editor: Suhadi Rembang dan Ayuana Yolanda
Nara Sumber: Matoya 
Lokasi wawancara: Rumah Baca Pamotan 
Waktu: Kamis, 25 Februari 2016 
Alat rekam: Hp Lenovo tipe A369i
Aplikasi rekaman: WhatsApp
Aplikasi editing: Microsoft Office Publisher  2007 


Ucapan terimakasih untuk Mbak Ayu yang telah mengirim kripik tempe pamotan, peyek kacang, es teh dan rokok. Semoga Mbak Ayu dijauhkan dari penyakit lahir dan batin. Amin
Logo Pecel Lele Bang Thoyenk Pamotan

Logo Pecel Lele Bang Thoyenk Pamotan


Gambar di atas merupakan logo Pecel Lele Bang Thoyenk. Logo dari sebuah warung makan yang terletak di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rembang (depan AHAS Pamotan). Sesuai dengan namanya, warung makan ini tentu menyediakan menu spesial Pecel Lele khas Pamotan.

Bukan hanya Pecel Lele yang menjadi menu andalan warung makan yang buka mulai pukul 18.00-23.00 WIB ini. Berikut beberapa daftar menu yang tentunya harganya sangat merakyat.

Makanan:

- Lele
- Ayam
- Bebek
- Telor Dadar
- Tempe Goreng
- Burung Puyuh
- Tahu Goreng
- Terong Goreng

Minuman:

- Jeruk (Dingin/Hangat)
- Teh (Dingin/Hangat)


Gratis, Pengobatan Alternatif 2016

Gratis, Pengobatan Alternatif 2016

Pengobatan Alternatif Gratis ini diselenggarakan oleh Bina Dhuafa pada hari Minggu, 6 Maret 2016 di Balai Desa Pamotan. Metode pengobatan gratis ini dilaksanakan dengan metode sebagai berikut:

- Semua pasien mengambil air wudhu 
- Selanjutnya pasien di ruqyah syar’iyyah (sekedar)
- Setelah diruqyah pasien akan diterapi satu per satu dengan refleksi atau pijat energi 
- Kemudian akan diketahui penyakit
- Selanjutnya penentuan obat-obatan yang dirasa cocok
- Ramuan herbal juga akan diberikan jika diperlukan

Klik video berikut ini :


Klik berkas berikut ini :

link berkas

Berkas Pengobatan Alternatif 2016 atau kunjungi link di bawah ini:
https://drive.google.com/open?id=0B8b-jE7KRSJ5RkoxMzlnTi1xdlk


Berikuit ini para pendukung kegiatan :









logo pecel lele bang thoyenk




Peduli Lansia

Peduli Lansia

Edisi Donasi 

Saya Ayuana Yolanda mengajak para Dermawan untuk saling berbagi dalam kegiatan Bakti Sosial. Jika berkenan salurkan sembako dan baju pantas pakai di sekretariat Komunitas Rumah Baca Pamotan.

Contact Person : 081229188333 (Ayuana Yolanda)
Alamat : Palan Wetan, RT.02, RW.01, Pamotan, Rembang, Kode Pos 59261




Edisi Promo Kegiatan 

Bakti Sosial Peduli Lansia ini bertujuan untuk saling berbagi khususnya kepada para lansia. Bakti Sosial Lansia ini diselenggarakan oleh KIB Rembang, Bina Dhuafa' Pamotan dan Komunitas Rumah Baca Pamotan. Kagiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Fabruari 2016.

Kagiatan ini merupakan agenda tahunan Komunitas Rumah Baca Pamotan. Kepada para donatur jika berkenan silahkan bergabung. Atas perhatian dan kerjasamanya, semoga Tuhan selalu memberkati kita. Amin.


Edisi Poster 

Poster ini didesain oleh mahasiswa KKN STAI Al-Anwar. Terimaskasih mbak KKN, kami selalu menunggu kerjasama lanjutan.
















Edisi Kerjasama 

Logo Komunitas Indangnya Berbagi (KIB) Rembang

Logo Komunitas Rumah Baca Pamotan

Logo Bina Dhuafa' Pamotan Rembang Jawa Tengah 


















Edisi Koordinator Kegiatan 

Ayuana Yoanda, Koordinator Bakti Sosial Lansia